PEMKAB SINJAI KERJASAMA UPRI SOAL INOVASI PERLINDUNGAN ANAK

Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sinjai melakukan Momerandum Of Understanding terkait Perlindungan Anak di ruang pola kantor Bupati Sinjai, Sabtu (30/3/19) lalu.

Dalam kerjasama tersebut Kepala DP3AP2KB, Mas Ati mengatakan bahwa pokok sasaran dalam kerjasama kedua lembaga itu adalah dalam bidang perlindungan anak dan masalah prilaku penyimpangan.

Sebab remaja ini adalah usai yang rentang dengan berbagai permasalahan menyimpang. Misalnya seks bebas, pernikahan dini, penggunaan obat-obatan terlarang, kata Mas Ati.

Sementara Bupati A Seto merespon baik kerjasma UPRI dengan Pemkab Sinjai dan diharapkan dapat melahirkan inovasi dan penanganan dalam permasalahan anak. " Kami sebagai pemerintah daerah tentu cukup merespon baik kerjasama pendampingan dari kampus FKM UPRI. Karena memang prilku remaja sudah sangat meresahkan, misalnya free sex di kalangan anak, penggunaan narkoba hingga terkena HIV dan AIDS. Dan saat ini sudah ada anak-anak usia SMP sederajat di Sinjai sudah pakai lem," kata Seto.

Menurutnya hal-hal prilaku anak yang menyimpang itu harus dicegah bersama agar kedepan generasi tidak rusak karena prilaku menyimpang tersebut. Dengan kerjasama dari UPRI ini bisa mengurangi peristiwa-peristiwa tersebut.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UPRI Makassar Arlin Adam mengatakan dalam MOU tersebut menawarkan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam menciptakan inovasi agar anak-anak yang rawan terpapar perilaku menyimpang dapat diatasi. " Kedepannya, kami menyiapkan program-program pendampingan kesehatan berupa inovasi kepada DP3AP2KB untuk menangani masalah anak dan kekerasan perempuan," kata Arlin Adam. ia mengungkap bahwa saat ini prilaku menyimpang di kalangan anak makin terbuka luas, misalnya kehidupan free seks, narkoba, ngelem, kekerasan anak dan pernikahan dini. Hal-hal tersebut butuh pendampingan di masyarakat agar warga memiliki pemahaman.

Dia mencontohkan prilaku prostitusi awalnya dicegah. Tapi kini mulai dilegalkan di tempat-tempat tertentu. Awalnya prilaku itu disoroti tapi karena tidak massif sehingga ada yang menghalalkan di tempat-tempat tertentu.

Seperti jika prilaku Lesbian Gay Biseksual dan Trasngender yang mulai muncul saat ini, maka nantinya juga di tempat tertentu dihalalkan. (*)

Artikel ini telah tayang di <a data-cke-saved-href="https://" href="https://" '="" style="outline: 0px">tribun-timur.com dengan judul Pemkab Sinjai Kerjasama UPRI Soal Inovasi Perlindungan Anak, https://makassar.tribunnews.com/2019/03/31/pemkab-sinjai-kerjasama-upri-soal-inovasi-perlindungan-anak?fbclid=IwAR3U3qSyUVw-LaqEpexVxOZdAROyVNQBPIDyzdLLk6ow_oUx_ZuCUoi-W-0.
Penulis: Samsul Bahri

Editor: Imam Wahyudi

Alamat

  • Alamat: Jalan Gunung Bawakaraeng No. 72, Makassar
    Sulawesi Selatan - Indonesia
  • Email: support@fkm-upri.ac.id
  • Website: www.fkm-upri.ac.id
  • No Telepon: (0411)-3635438